Mengatasi Kanker, Tumor dengan tanaman Kobis Bunga
Kubis Bunga
(Brassica oleracea var. botrytis)
Sinonim :
Brassica oleracea botrytis subvar.
Cauliflora
Familia :
cruciferae (brassicaceae).
Uraian :
Kubis bunga berasal
dari kawasan Eropa, Mediteran, dan Asia Tergah. Kubis bunga merupakan tanaman
dataran tinggi atau pegunungan, cocok tumbuh di daerah sejuk selama masa
pertumbuhannya, dan dapat ditemukan pada ketinggian lebih dari 600 m dpl.
Bunganya padat, tebal, dan tersusun dari rangkaian bunga-bunga kecil bertangkai
pendek. Bunga membentuk bagian yang padat berwarna putih atau putih kekuningan,
diameternya dapat mencapai 30 cm. Untuk menghindari kerusakan bunga dan menjaga
supaya bunga kubis tetap putih, 2-3 minggu sebelum panen daun-daun muda bagian
bawah diikatke arah bunga sehingga berfungsi sebagai pelindung. Kubis bunga
dipanen setelah 90-120 hari sejak ditanam. Bagian tumbuhan yang dikonsumsi
adalah kelopak bunganya. Sebelum dimakan, harus dimasak terdahulu, seperti
direbus, dibuat sup, dan sebagainya.
Nama Lokal :
NAMA DAERAH Kol
bunga, kembang kol. NAMA ASING Cauliflower (I), bloemkool. NAMA SIMPLISIA
Brassicae botrytis Flos (kubis bunga).
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Kubis bunga berkhasiat sebagai obat
penenang dan antikanker.
Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIGUNAKAN
Bagian yang dapat
digunakan adalah bunga.
INDIKASI
Kubis bunga digunakan
untuk mengatasi :
- sakit kepala,
- gelisah (ansietas),
stres,
- gangguan sirkulasi,
dan
- kanker.
CARA PEMAKAIAN
Sediakan 25-30 g
kubis bunga segar. Selanjutnya, kubis bunga ini dapat dikukus, ditumis, atau
dimasak sebagai sayuran.
CONTOH PEMAKAIAN
DIMASYARAKAT
Sakit kepala, gelisah
Kubis bunga dapat
dimakan langsung sebagai lalap rebus.
Catatan
Penderita rematik
gout dan kadar asam urat darah yang tinggi dilarang mengonsumsi kubis bunga.
Komposisi :
Kubis bunga mengandung air, protein,
lemak, karbohidrat, serat, kalsium, fosfor, besi, natrium, kalium, vitamin (A,
C, serta sejumlah kecil tiamin, riboflavin, dan niacin). Selain itu, juga
mengandung senyawa sianohidroksibutena (CHB), sulforafan, dan iberin yang
merangsang pembentukan glutation. Kandungan zat yang berkhasiat, yaitu
sulforafan dapat mencegah penyakit kanker.
Profil IPTEK | Site
Map | Contact Us
Copyright © 2005,
IPTEKnet. All rights reserved
Office : BPPT, Gd.1 -
Lt.16 , Jl. M.H. Thamrin 8, Jakarta 10340 Technical Support (021)71112109;
Customer Care 081389010009; Fax. (021)3149058

Comments
Post a Comment